http://yourjavascript.com/39172211060/kursor-bintang-merah.js Evani Sri Juliawati: Perbandingan antara Rancangan Pembelajaran KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dengan Kurikulum 2013 (Kurtilas) untuk memenuhin tugas Perencanaan Pembelajaran Dr.Diragantara Wicaksono, M.Pd http://yourjavascript.com/19103611392/kursor-bintang-biru.js

memasukan jam

Kamis, 10 November 2016

Perbandingan antara Rancangan Pembelajaran KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dengan Kurikulum 2013 (Kurtilas) untuk memenuhin tugas Perencanaan Pembelajaran Dr.Diragantara Wicaksono, M.Pd

Perbandingan antara Rancangan Pembelajaran KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dengan Kurikulum 2013 (Kurtilas)


Perbandingan  ranacangan pembelajaran ktsp dengan kurikulum 2013 terletak pada komponennya, sebagaimana panduan penyusunan KTSP yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)  KTSP, memiliki empat komponen yaitu : (1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan ; (2) struktur dan muatan KTSP ; (3) Kalender pendidikan, dan ; (4) silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (dikutip dari panduan penyusunan KTSP, 2008: 148-151)
1.      Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, dirumuskan mengacu pada tujuan umum pendidikan yaitu :
a.       Tujuan pendidikan dasar
b.      Tujuan pendidikan menengah
c.       Tujuan pedidikan menengah kejuruan

2.      Struktur  dan muatan KTSP
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Disamping itu,materi muatan local dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum. Muatan KTSP itu berupa
a.       mata pelajaran
b.      muatan local
c.       kegiatan pengembangan diri
d.      pengaturan beban belajar
e.       ketuntasan belajar
f.       kenaikan kelas
g.       pendidikan kecakapan hidup
h.      pendidikan berbasis keunggulan local dan global

3.      kalender pendidikan
satuan pendidikan dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat dengen memerhatikan kalender pendidikan .
4.      Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berdasrkan silabus ini guru dapat mengembangkannya menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar bagi siswanya.
Dengan adanya komponen KTSP itu, tingkat satuan pendidikan atau sekolah seperti kepala sekolah dan guru diberikan kewenangan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi sekolahnya berdasrkan visi, misi dan tujuan sekolah. Karena tiap-tiap sekolah dipandang lebih mengetahui tentang kondisi nyata satuan pendidikannya.


Kemudian di bawah ini dijelaskan kelemahan KTSP maka sejumlah peerubahan yang ada dalam K 13(dari kurikulum  KTSP 2006)
1)      Perubahan standar kompetensi kelulusan. Penyempurnaan standar kompetensi lulusan memerhatikan pengembangan nilai, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu dengan fokus pada pencapaian kompetensi. Pada setiap jenjang pendidikan, rumusan empat kompetensi inti (penghayatan dan pengalaman agama,sikap, keterampilan dan pengetahuan) menjadi landasan pengembangan kompetensi dasar setiap kelas
2)      Perubahan standar isi. Perubahan standar isi dari kurikulum sebelumnya yang mengembangkan kompetensi dari mata pelajaran menjadi fokus pada kompetensi yang dikembangkan menjadi mata pelajaran melalui pendekatan tematik-integratif
3)      Perubahan standar proses. Perubahan pada standar proses berarti perubahan strategi pembelajaran. Guru wajib merancang dan mengelola proses pembelajaran aktif menyenangkan. Peserta didik difasilitasi untuk mengamati, menanya,mengolah,menyajikan,menyimpulkan dan menciptakan
4)      Perubahan standar proses. Penilain yang mengukur penilaian autentik yang mengukur sikap,keterampilan serta pengetahuan berdasarkan hasil dan proses. Sebelumnya penilaian hanya mengukur hasil kompetensi.


Sehingga dapat simpulkan bahwa perbandingan ktsp dengan K13 itu terletak pada komponen isinya, karena pada K13 penilaian lebih kepada sikap dibanding dengan akademik  sebab proses ini merupakan salah satu program pemerintah yaitu revolusi mental. Kemudian dalam K13 menggunakan pendekatan saitifik dengan cara lerning by doing. Namun KTSP juga memiliki banyak kelebihannya yaitu perserta didik lebih memahami setiap bidang displin ilmu karena KTSP masih berbentuk parsial artinya terpisah-pisah setiap bidang studi.
Jadi perubahan suatu kurikulum pada suatun Negara merupakan suatu hal yang normal sebagai respons postif-konseptual terhadap dilemma dan fenomena berbangsa ditengah pergaulannya dengan belahan dunia lainnya. Disinilah, kurikulum memang harus menyesuaikan dengan fenomena masyarakat yang dinamis dan statis.




Analisis kondisi actual (saat ini) kurikulum 2006 dan kondisi idealnya kurikulum 2013




KONDISI SAAT INI
IDEALNYA
A.     Kompetensi Kelulusan
·         Belum mencerminkan karakter mulia
·         Keterampilan belum sesuai kebutuhan
·         Pengetahuan-pengetahuan lepas

Berkarakter mulia
Keterampilan relevan
Pengetahuan terkait
B.     Materi Pelajaran
·         Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
·         Beban belajar terlalu berat
·         Terlalu luas, kurang mendalam

Relevan dengan kebutuhan

Materi essensial
Sesuai dengan perkembangan anak
C.     Proses Pembelajaran
·         Berpusat pada guru (teacher centred)
·         Sifat pembelajaran yang berpusat pada buku teks
·          

Berpusat pada peserta didik (student centred)
Sifat pembelajaran adalah kontekstual buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian dan kompetensi yang harapkan
D.     Penilaian
·         Menekankan aspek kognitif
·         Tes menjadi cara penilaian dominan

Menekankan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara proporsional
Penilain dengan tes dan portofolio secara seimbang
E.      Pendidik dan tenaga kependidikan
·         Memenuhi kompetensi profesi saja
·         Fokus pada ukuran kinerja PTK

Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial dan personal
Motivasi mengajar
F.      Pengelolaan kurikulum
·         Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengleolaan kurikulum
·         Masih terdapat kecendrungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan perserta didik dan potensi daerah
·         Pemerintah hanya menyampaikan sampai standar isi

Pemerintah pusat dan daerah mempunai kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum dalam pelaksanaan kurikulum ditingkat satuan pendidikan.
Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik dan potensi daerah
Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman pelaksanaanya.


Anonim, Diknas (2013:13)

Sumber :

Idi, Abdullah. 2004 : Pengembangan Kurikulum. Jakarta. Rajagrafindo Persada


Tidak ada komentar :

Posting Komentar