Perbandingan antara
Rancangan Pembelajaran KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dengan
Kurikulum 2013 (Kurtilas)
Perbandingan ranacangan pembelajaran ktsp dengan kurikulum
2013 terletak pada komponennya, sebagaimana panduan penyusunan KTSP yang disusun
oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
KTSP, memiliki empat komponen yaitu : (1) tujuan pendidikan tingkat
satuan pendidikan ; (2) struktur dan muatan KTSP ; (3) Kalender pendidikan, dan
; (4) silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (dikutip dari panduan
penyusunan KTSP, 2008: 148-151)
1.
Tujuan
pendidikan tingkat satuan pendidikan, dirumuskan mengacu pada tujuan umum
pendidikan yaitu :
a.
Tujuan
pendidikan dasar
b.
Tujuan
pendidikan menengah
c.
Tujuan
pedidikan menengah kejuruan
2.
Struktur dan muatan KTSP
Muatan KTSP
meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban
belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Disamping itu,materi muatan
local dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum. Muatan
KTSP itu berupa
a.
mata
pelajaran
b.
muatan
local
c.
kegiatan
pengembangan diri
d.
pengaturan
beban belajar
e.
ketuntasan
belajar
f.
kenaikan
kelas
g.
pendidikan
kecakapan hidup
h.
pendidikan
berbasis keunggulan local dan global
3.
kalender
pendidikan
satuan pendidikan
dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah,
karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat dengen
memerhatikan kalender pendidikan .
4.
Silabus
dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Silabus
merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi
pokok, kegiatan pembelajaran dan indicator pencapaian kompetensi untuk
penilaian. Berdasrkan silabus ini guru dapat mengembangkannya menjadi Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar
mengajar bagi siswanya.
Dengan
adanya komponen KTSP itu, tingkat satuan pendidikan atau sekolah seperti kepala
sekolah dan guru diberikan kewenangan untuk mengembangkan kurikulum sesuai
dengan kondisi sekolahnya berdasrkan visi, misi dan tujuan sekolah. Karena
tiap-tiap sekolah dipandang lebih mengetahui tentang kondisi nyata satuan
pendidikannya.
Kemudian di bawah
ini dijelaskan kelemahan KTSP maka sejumlah peerubahan yang ada dalam K 13(dari
kurikulum KTSP 2006)
1)
Perubahan
standar kompetensi kelulusan. Penyempurnaan standar kompetensi lulusan
memerhatikan pengembangan nilai, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu
dengan fokus pada pencapaian kompetensi. Pada setiap jenjang pendidikan,
rumusan empat kompetensi inti (penghayatan dan pengalaman agama,sikap,
keterampilan dan pengetahuan) menjadi landasan pengembangan kompetensi dasar
setiap kelas
2)
Perubahan
standar isi. Perubahan standar isi dari kurikulum sebelumnya yang mengembangkan
kompetensi dari mata pelajaran menjadi fokus pada kompetensi yang dikembangkan
menjadi mata pelajaran melalui pendekatan tematik-integratif
3)
Perubahan
standar proses. Perubahan pada standar proses berarti perubahan strategi
pembelajaran. Guru wajib merancang dan mengelola proses pembelajaran aktif
menyenangkan. Peserta didik difasilitasi untuk mengamati,
menanya,mengolah,menyajikan,menyimpulkan dan menciptakan
4)
Perubahan
standar proses. Penilain yang mengukur penilaian autentik yang mengukur
sikap,keterampilan serta pengetahuan berdasarkan hasil dan proses. Sebelumnya
penilaian hanya mengukur hasil kompetensi.
Sehingga
dapat simpulkan bahwa perbandingan ktsp dengan K13 itu terletak pada komponen
isinya, karena pada K13 penilaian lebih kepada sikap dibanding dengan
akademik sebab proses ini merupakan
salah satu program pemerintah yaitu revolusi mental. Kemudian dalam K13
menggunakan pendekatan saitifik dengan cara lerning by doing. Namun KTSP juga
memiliki banyak kelebihannya yaitu perserta didik lebih memahami setiap bidang
displin ilmu karena KTSP masih berbentuk parsial artinya terpisah-pisah setiap
bidang studi.
Jadi
perubahan suatu kurikulum pada suatun Negara merupakan suatu hal yang normal
sebagai respons postif-konseptual terhadap dilemma dan fenomena berbangsa
ditengah pergaulannya dengan belahan dunia lainnya. Disinilah, kurikulum memang
harus menyesuaikan dengan fenomena masyarakat yang dinamis dan statis.
Analisis
kondisi actual (saat ini) kurikulum 2006 dan kondisi idealnya kurikulum 2013
|
KONDISI
SAAT INI
|
IDEALNYA
|
|
A. Kompetensi Kelulusan
·
Belum
mencerminkan karakter mulia
·
Keterampilan
belum sesuai kebutuhan
·
Pengetahuan-pengetahuan
lepas
|
Berkarakter
mulia
Keterampilan
relevan
Pengetahuan
terkait
|
|
B. Materi Pelajaran
·
Belum
relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
·
Beban
belajar terlalu berat
·
Terlalu
luas, kurang mendalam
|
Relevan
dengan kebutuhan
Materi
essensial
Sesuai
dengan perkembangan anak
|
|
C. Proses Pembelajaran
·
Berpusat
pada guru (teacher centred)
·
Sifat
pembelajaran yang berpusat pada buku teks
·
|
Berpusat
pada peserta didik (student centred)
Sifat
pembelajaran adalah kontekstual buku teks memuat materi dan proses
pembelajaran, sistem penilaian dan kompetensi yang harapkan
|
|
D. Penilaian
·
Menekankan
aspek kognitif
·
Tes
menjadi cara penilaian dominan
|
Menekankan
pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara proporsional
Penilain
dengan tes dan portofolio secara seimbang
|
|
E. Pendidik dan tenaga
kependidikan
·
Memenuhi
kompetensi profesi saja
·
Fokus
pada ukuran kinerja PTK
|
Memenuhi
kompetensi profesi, pedagogi, sosial dan personal
Motivasi
mengajar
|
|
F. Pengelolaan kurikulum
·
Satuan
pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengleolaan kurikulum
·
Masih
terdapat kecendrungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa
mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan perserta didik dan potensi
daerah
·
Pemerintah
hanya menyampaikan sampai standar isi
|
Pemerintah
pusat dan daerah mempunai kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum dalam
pelaksanaan kurikulum ditingkat satuan pendidikan.
Satuan
pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan
pendidikan, kebutuhan peserta didik dan potensi daerah
Pemerintah
menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman
pelaksanaanya.
|
Anonim,
Diknas (2013:13)
Sumber
:
Idi,
Abdullah. 2004 : Pengembangan Kurikulum. Jakarta. Rajagrafindo Persada
Tidak ada komentar :
Posting Komentar