Rancangan
Pembalajaran dengan Konsep Kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
atau Kurikulum 2013 (KURTILAS)
Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) yang terbit pada2006
merupakan penyempurnaan kurikulum 2004 yang diwujudkkan dalam standar
kompetensi dan kompetensi dasar. Kurikulum KTSP diberlakukan secara bertahap pada
tahun ajaran 2006-2007 pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berbeda dengan
kurikulum sebelumna KTSP disusun oleh satuan pendidikan masing-masing.
Kurikulum KTSP menekankan aspek
kompetensi yang diharapakan akan menghasilkan lulusan yang lebih baik dan siap
menghadapi kehidupan dalam masyarakat. KTSP lebih fokus pada pengembangan
seluruh kompetensi peserta didik. Mereka dibantu agar kompetensinya muncul dan
berkembang secara maksimal. Menurut Muslich (op.cit11) KTSP dikembangkan pada prinsip-prinsip yaitu (1) berpusat
pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta
lingkungannya ; (2) beragam dan terpadu ; (3) tanggap terhadap perkembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan ;
(5) menyeluruh dan berkesinambungan ; (6) belajar sepanjang hayat ; dan (7)
seimabng antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Menurut PP No. 19 tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan Bab 1 pasal 1 ayat 15 Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan adalah “kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan”. KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) adalah
kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan
pendidikan atau sekolah. (Masnur Muslich, 2007:17).
Karakteristik KTSP
1.
KTSP
menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun
klasikal
2.
KTSP
berorientasi pada hasil belajar (leraning outcomes) dan keberagaman
3.
Penyeampaian
dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
4.
Sumber
belajar bukan hanya guru tetapi sumber belajar lainnya yang memenuhi unsure
edukatif
5.
Penilaian
menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian
suatu kompetensi
Sebagaimana panduan penyusunan
KTSP yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) KTSP, memiliki empat komponen yaitu : (1)
tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan ; (2) struktur dan muatan KTSP ;
(3) Kalender pendidikan, dan ; (4) silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) (dikutip dari panduan penyusunan KTSP, 2008: 148-151)
Dalam KTSP, fungsi dan kegiatan guru
adalah sebagai pengembang kurikulu, di sekolah, sejak dari perencanaan,
pelaksanaan kegiatan dan dimensi lain. Hal dikarenakan KTSP kurikulum
opersional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Perubahan suatu kurikulum suatu hal
biasa demi memperbaiki kualitas pendidikan suatu Negara. Sama halnya dengan,
untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasioanl, salah satunya dapat dilakukan
dengan evaluasi dan memperbauri kurikulum pendidikan nasional. Evaluasi perlu
dilakukan secara berkala sebagai upaya penilaian relevansi kurikulum dengan
anak-anak dalam konteks tempat dan waktu yang terus berubah secara dinamis.
Reformasi suatu kurikulum bertujuan agar peserta didik menjadi cerdas, bermoral,
berahlak, kreatif, komunikatif dan toleran dalam kehidupan beragama.
Perubahan kurikulum KTSP 2006 Ke K
13 merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki
setelah dilakukan evaluasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak bangsa
atau generasi muda. Inti dari K13 terletak pada upaya penederhanaan dan sifatny
yang tematik-integratif. Seperti diungkapkan Amin Haedari (2013) bahwa K13
disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi tantangan masa
depan. Titik berat K13 adalah bertujuan
agar peserta didik memili kemampuan yang lebih baik dalam melakukan
observasi, bertanya, dan mengkomunikasikan apa yang diperoleh atau diketahui
setelah menerima materi pembalajaran. Di dalam K13 ini menggunakan pendekatan
saintifik.
Setidaknya ada dua pokok
argumentative pokok atas perlunya perubahan kurikulum 2006 (KTSP) menjadi
kurikulu, 2013, yakkni internal dan eksternal
1.
Internal
1.
Konten
kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata
pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukaranna melampaui tingkat perkembangan
usia analk
2.
Belum
sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan
pendidikan nasional
3.
Kompetensi
belum menggambarkan secara holistic domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan;
beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan
(misalnya pendidikan karakter, metedologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft
skiil dan hard skiil belum terakomodasi di dalam kurikulum
2. Eksternal
Arus
globalisai dan perkembangan pendidikan pada tingkat internasional. Arus
globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan
tradisional menjadi masyarakat industry dan perdagangan modern.
Analisis
kondisi actual (saat ini) kurikulum 2006 dan kondisi idealnya kurikulum 2013
|
KONDISI
SAAT INI
|
IDEALNYA
|
|
A. Kompetensi Kelulusan
·
Belum
mencerminkan karakter mulia
·
Keterampilan
belum sesuai kebutuhan
·
Pengetahuan-pengetahuan
lepas
|
Berkarakter
mulia
Keterampilan
relevan
Pengetahuan
terkait
|
|
B. Materi Pelajaran
·
Belum
relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
·
Beban
belajar terlalu berat
·
Terlalu
luas, kurang mendalam
|
Relevan
dengan kebutuhan
Materi
essensial
Sesuai
dengan perkembangan anak
|
|
C. Proses Pembelajaran
·
Berpusat
pada guru (teacher centred)
·
Sifat
pembelajaran yang berpusat pada buku teks
·
|
Berpusat
pada peserta didik (student centred)
Sifat
pembelajaran adalah kontekstual buku teks memuat materi dan proses
pembelajaran, sistem penilaian dan kompetensi yang harapkan
|
|
D. Penilaian
·
Menekankan
aspek kognitif
·
Tes
menjadi cara penilaian dominan
|
Menekankan
pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara proporsional
Penilain
dengan tes dan portofolio secara seimbang
|
|
E. Pendidik dan tenaga
kependidikan
·
Memenuhi
kompetensi profesi saja
·
Fokus
pada ukuran kinerja PTK
|
Memenuhi
kompetensi profesi, pedagogi, sosial dan personal
Motivasi
mengajar
|
|
F. Pengelolaan kurikulum
·
Satuan
pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengleolaan kurikulum
·
Masih
terdapat kecendrungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa
mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan perserta didik dan
potensi daerah
·
Pemerintah
hanya menyampaikan sampai standar isi
|
Pemerintah
pusat dan daerah mempunai kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum dalam
pelaksanaan kurikulum ditingkat satuan pendidikan.
Satuan
pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan
pendidikan, kebutuhan peserta didik dan potensi daerah
Pemerintah
menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman
pelaksanaanya.
|
Anonim,
Diknas (2013:13)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SATUAN
PENDIDIKAN :
TEMA/SUBTEMA :
KELAS/SEMESTER :
MATERI
POKOK :
ALOKASI
WAKTU :
A. KOMPETENSI INTI (KI)
1.
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,
guru dan tetangganya
serta cinta tanah air.
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dan kritis dalam karya
yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar KI-1
PPKN
1.1. menerima keberagaman
karakteristik individu dalam kehidupan beragam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha
Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.1. menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga,teman dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral pancasila
Kompetensi Dasar KI-2
Bahasa Indonsia
2.1 memiliki kepedulian dan rasa
ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa
Indonesia dan/ atau bahasa daerah
2.2 memiliki rasa percaya diri
terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau daerah
SBDP
2.1 menunjukkan rasa percaya diri
untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
PJOK
2.1. Menunjukkan perilaku percaya
diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
Kompetensi Dasar KI-3
PPKN
4.2. Melaksanakan tata tertib
dirumah dan disekolah
Indicator
Menjalankkan peraturan pada permainan di
sekolah
Bahasa Indonesia
4.4. menyampaikan teks cerita
diri tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis
yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
Indicator
·
Memperkenalkan
diri dengan menyebutkkan nama lengkap
·
Memperkenalkan
diri dengan menyebutkan nama panggilan
·
Menyebutkan
nama temannya
PJOK
4.3 Memperaktikan pola gerak
dasar manulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan
sederhana atau permainan tradisional
Indicator
·
Melakukan
gerakan melempar
·
Melakukan
gerakan menangkap
SBDP
4.1
Menggambarkan ekspresi dengan mengolah garis,warna dan bentuk berdasarkan hasil
pengamatan di lingkungan sekitar
Indicator
Memberi
hiasan pada kartu nama
C. Tujuan Pembelajaran
·
Setelah
mengikuti permainan lempar bola, siswa dapat memperkenalkan diri dengan
menyebutkan nama panggilan secara benar
·
Dengan
melakukan permainan siswa dapat menyebutkan nama lengkap dengan benar
·
Setelah
mendengarkan penjelasan guru, siswa dapat menghias kartu nama dengan rapi
D. Materi Pembelajaran
·
Cara
memperkenalkan diri sendiri
·
Melakukan
gerak melempar
·
Menghias
kartu nama
·
Perilaku
tata tertib
E. Metode Pembelajaran
Permainan/simulasi,
Tanya jawab dan bernyanyi
F. Media, alat dan sumber belajar
·
Bola
plastic atau bola dari kertas bekas yang dibuat menjadi bentuk bola
·
Karton/kardus
bekas yang sudah dipotong-potong dan diberi nama masing-masing peserta didik
·
Pensil
warna/spidol yang bisa digunakan untuk menghias kartu yang sudah disediakan
·
Tali/peniti/alat
lain untuk memasangkan kartu nama
·
Buku
siswa
G. Langkah-langkah Pembelajaran
Sesi pertama
(Mengenal nama teman baru)
a. Pendahuluan/
kegiatan awal
Guru membuka pelajaran dengan menyapa siswa dan
menanyakan kabar mereka serta bagaimana perasaan mereka dikelas yang baru. Guru
menjelaskan apa kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini dan apa tujuan yang
akan dicapai dari kegiatan tersebut dengan bahasa yang sederhana dan dipahami
oleh siswa
b. Kegiatan Inti
1. Guru memperkenalkan diri kepada
siswa
2. Guru memimnta siswa membuka buku
siswa hal.1 dan membacakan teks dan nama-nama teman udin
3. Guru menunjukkan cara berkenalan
seperti yang dilakukan edo dan beni dibuku siswa hl.2
4. Siswa diajak untuk saling
berkenalan melalui sebuah permainan lempar bola dan menjelaskan aturan
bermainnya yaitu siswa diminta melingkar
5. Permainan dimulai dari guru
dengan memperkenalkan diri, kemudian melempar bola pada salah satu siswa
6. Siswa yang berhasil menangkap
bola harus menyebutkan nama lengkap dan panggilan . kemudian dia melempar bola
ke teman yang lain. Teman yang menangkap bola menyebutkan nama lengkap dan nama
panggilan
7. Demikian seterusnya hingga
seluruh sisiwa memperkenalkan diri
8. Setelah semua memperkenalkan
diri, guru mengajak siswa untuk bernyanyi sambil mengingat kembali nama-nama
teman dikelas. Guru bisa menggunakan lagu yang ada dibuku siswa
|
Lirik lagu “siapa namamu”
Ciptaan A.T. Mahmud
1 2/3./3 4/ 5./
Sia pa kah na ma mu
5 4/3./3 3/1.//
|
9. siswa berada pada posisi lingkaran. Guru menyanyi
sambil menepuk salah satu siswa, lalu siswa itu menyebutkan namanya. Lalu siswa
tersebut sambil menyanyi “siapakah namamu” menepuk teman di sebelahnya dan
teman tersebut menyebutkkan namanya sambil mengikuti irama lagunya dan
seterusnya
10. kegiatan ditutup dengan diskusi pentingnya
saling mengenal, dimulai dari mengenal nama
C. Penutup
Guru mengulas kembali kegiatan yang sudah dilakukan
dan meminta peserta didik melakukan refleksi dari kegiatan yang baru saja
mereka lakukan, guru mengarahkan siswa untuk menysampaikan pendapat dan
perasaannya selama melakukan kegiatan.
Sesi kedua (membuat
kartu nama)
a.
Pendahuluan/kegiatan awal
Guru melakukan kegiatan penyegaran untuk membuat
siswa bersemangat. Guru melakukan review kegiatan pada sesi pertama menjelaskan
kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya serta tujuan yang hendak dicapai
pada kegiatan tersebut.
b.
Kegiatan inti
1. Guru menjelaskan bahwa untuk
dapat mengenal teman, kita bisa juga menggunakan kartu nama
2. Guru menyampaikan bahwa siswa
akan membuat kartu nama mereka masing-masing
3. Guru memberikan potongan-potongan
karton dengan nama masing-masing peserta didik
4. Guru menunjukkan kartu namanya
sendiri yang sudah dibuat sebelumnya sebagai contoh
5. Siswa diminta untuk menghias atau
mewarnai kartu nama merek masing-masing
6. Siswa diminta menggunakan kartu
namanya selama berada di sekolah atau menempelkan semua kartu nama dikelas
c.
Penutup
Guru meminta siswa merapikan pekerjaannya dan
menanyakan apakah siswa puas dengan pekerjannya. Dengan arahan guru siswa
melakukan refleksi dari kegiatan yang sudah dilakukan
H. Penilain
H.1 Teknik Penilain
a. unjuk
kerja kegiatan perkenalan
b. unjuk
kerja membuat kartu nama
H.2 Instrumen Penilaian
|
No
|
Kriteria
|
Baik sekali
|
Baik
|
cukup
|
Perlu bimbingan
|
|
1.
|
Kemampuan
memperkenalkan diri
|
Siswa
mempu menyebutkan nama panjang dan
nama panggilan
|
Siswa
mampu menyebutkan nama panjang
|
Siswa
hanya mampu menyebutkan nama panggilan
|
Siswa
belum mampu memperkenalkan diri
|
|
2.
|
Kemampuan
menjalankan aturan permainan
|
Siswa
mampu melakukan permainan sesuai dengan instruksi tanpa pengarahan ulang
|
Siswa
mampu melakukan permainan sesuai aturan tetapi dengan satu kali arahan
|
Siswa
mampu melakukan permainan sesusai aturan tetapi dengan lebih dari satu kali
arahan ulang
|
Siswa
belum mampu melakukan permainan sesuai dengan aturan
|
|
3.
|
Kemampuan
melakukan gerakan melempar dan menangkap bola
|
Siswa
mampu melempar dan menangkpa bola dengan akurat tidak pernah meleset
|
Siswa
mampu melempar dan menangkap bola tetapi satu dua kali meleset
|
Siswa
mampu melempar dan menangkap bola tetapi lebih dari 3 kali meleset
|
Siswa
belum mampu melempar dan menangkap bola
|
Dibawah
ini contoh konsep rancangan pelaksanaa
pembelajaran berbasis KTSP
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah
: SD Negri Kembang Kuncup 01
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : II (dua)/II (dua)
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
A. Standar
Kompetensi :
3. Melakukan
perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka.
B. Kompetensi
Dasar :
3.2 Melakukan pembagian bilangan
angka dua.
C. Indikator
:
1. Menuliskan
pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis.
2. Menyatakan
pembagian sebagai lawan perkalian.
3. Membagi
satu bilangan dengan bilangan 1.
4. Membagi
satu bilangan dengan bilangan itu sendiri.
D. Tujuan
Pembelajaran
1. Setelah mendengar penjelasan
dari guru, siswa dapat menuliskan pembagian sebagai pengurangan berulang sampai
habis sesuai kaidah matematika yang benar.
2. Setelah mendengar
penjelasan dari guru, siswa dapat menyatakan pembagian sebagai lawan dari
perkalian.
3. Setelah mendengar penjelasan
dari guru , siswa dapat menyimpulkan sifat pembagian satu bilangan dengan
bilangan 1.
4. Setelah mendengar
penjelasan dari guru , siswa dapat menyimpulkan sifat pembagian suatu bilangan
dengan bilangan itu sendiri.
E.
Model dan Metode Pembelajaran
Pendekatan:
Keterampilan Proses
Metode:
®
Ceramah
®
Demonstrasi
®
Kuis
Kelompok
F. Langkah-langkah
Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan
Awal
®
Guru
membuka pelajaran dengan mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa
®
Guru
memerintahkan siswa untuk ketua kelas untuk memimpin doa
®
Setelah
berdoa guru mengajak siswa untuk melalukan ice breaking terlebih dahulu
®
Setelah
melakukan ice breaking guru memberitahu siswa materi apa yang akan dipelajari
pada hari ini
®
Kemudian
guru memberi tahu manfaat dari materi yang akan diajarkan pada hari ini
®
Dan
setelah memberit tahu manfaat setelah mempelajari materi tersebut, guru
melakukan motivasi kepada siswa
Motivasi:
Guru menceritakan sebuah cerita
yang berisi masalah yang sesuai dengan materi yang hendak dipelajari siwa yaitu
pembagian.
Cerita: “Ada seorang Ibu yang
memiliki 4 orang anak. Anak Ibu tersebut menangis karena ingin makan permen.
Ketika melewati sebuah toko, Ibu tersebut membeli permen dan uangnya hanya
cukup untuk mendapat 8 permen. Apa yang harus dilakukan Ibu tersebut agar
masing-masing anaknya mendapat permen yang sama bagiannya ?”
b. Kegiatan
Inti
®
Eksplorasi
a) Siswa mendengarkan
penjelasan dari guru tentang materi pembagian yang sesuai dengan kaidah
matematika yang benar.
b) Siswa mendengarkan
penjelasan dari guru tentang materi hubungan antara pembagian sebagai lawan
dari perkalian.
®
Elaborasi
a) Siswa dibagi
menjadi 3 kelompok, dan setiap nama kelompok berdasarkan nama warna
b) Guru memberikan lembar
kerja kepada siswa.
c) Lembar kerja berisi soal
yang harus dipecahkan siswa dengan cara berdiskusi dengan setiap anggota
kelompoknya
d) Siswa diberi
kesempatan untuk mengerjakan soal selama beberapa menit..
e) Guru mengadakan
kuis dengan 5 pertanyaan yang harus dijawab secara berebut oleh kelompok.
f) Kelompok dengan
poin terbanyak menjadi pemenang dan mendapat hadiah dari guru.
Konfirmasi
Siswa bersama guru meluruskan
kesalahpahaman materi.
c. Kegiatan
Akhir
Siswa diberi tugas rumah berupa
lembar kerja oleh guru dan diberi tugas untuk membaca materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
G. Sumber
dan Alat Pembelajaran
BSE Senang Matematika 2: untuk
SD/MI kelas 2
Oleh Amin Mustoha, Buchori, Erna
Juliatun, Isti Hidayah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2008.
Alat Pembelajaran: Permen, kertas
origami
H. Penilaian
Penilaian hasil belajar dilakukan
dengan melihat hasil evaluasi belajar dengan berdasarkan pada :
Teknik : tes tertulis
Bentuk instrumen : uraian
SOAL
:
Jawablah pertanyaan-pertanyaaan
berikut ini dengan jawaban yang tepat !
1. Sebanyak
21 butir telur dimasukkan ke dalam 3 kantong plastik sama banyak. Berapa isi
telur pada setiap kantong ?
2. Sebuah
kardus dapat diisi oleh 6 buah mangga. Jika terdapat 36 buah mangga, maka
dibutuhkan . . . buah kardus.
3. Satu
buah bemo memiliki 3 roda. Jika ada 27 roda, maka dapat dipasang pada . . .
bemo.
4. Siswa
kelas dua ada 35 orang. Akan dibentuk kelompok belajar yang masing-masing
anggotanya 5 siswa. berapa banyak siswa pada masing-masing kelompok belajar ?
5. Ada
5 ekor burung dan 5 buah sangkar. Setiap burung akan dimasukkan ke dalam
sangkar. Berapa jumlah burung yang ada pada setiap sangkar ?
Mengetahui, Bekasi, Oktober 2016
Kepala Sekolah Guru
Matematika
NIP. NIP.
Nama : Evani Sri Juliawati
PRODI : PGSD
SUMBER :
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013
Nama pengarang : H.Abdullah Idi
tahun terbit : 2014
judul buku : Pengembangan Kurikulum
tempat terbit : jakarta
penerbit : pt rajagrafindo persada
Tidak ada komentar :
Posting Komentar