http://yourjavascript.com/39172211060/kursor-bintang-merah.js Evani Sri Juliawati: RANCANGAN PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP KURIKULUM KTSP ATAU KURIKULUM 2013 UNTUK MEMENUHI TUGAS PERENCANAAN PEMBELAJARAN Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd http://yourjavascript.com/19103611392/kursor-bintang-biru.js

memasukan jam

Kamis, 10 November 2016

RANCANGAN PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP KURIKULUM KTSP ATAU KURIKULUM 2013 UNTUK MEMENUHI TUGAS PERENCANAAN PEMBELAJARAN Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd

Rancangan Pembalajaran dengan Konsep Kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) atau Kurikulum 2013 (KURTILAS)
                Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) yang terbit pada2006 merupakan penyempurnaan kurikulum 2004 yang diwujudkkan dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar. Kurikulum KTSP diberlakukan secara bertahap pada tahun ajaran 2006-2007 pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berbeda dengan kurikulum sebelumna KTSP disusun oleh satuan pendidikan masing-masing.
            Kurikulum KTSP menekankan aspek kompetensi yang diharapakan akan menghasilkan lulusan yang lebih baik dan siap menghadapi kehidupan dalam masyarakat. KTSP lebih fokus pada pengembangan seluruh kompetensi peserta didik. Mereka dibantu agar kompetensinya muncul dan berkembang secara maksimal. Menurut Muslich (op.cit11) KTSP dikembangkan pada prinsip-prinsip yaitu (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta lingkungannya ; (2) beragam dan terpadu ; (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan ; (5) menyeluruh dan berkesinambungan ; (6) belajar sepanjang hayat ; dan (7) seimabng antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
            Menurut PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab 1 pasal 1 ayat 15 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah “kurikulum operasional yang disusun oleh  dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan”. KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah. (Masnur Muslich, 2007:17).
            Karakteristik KTSP
1.      KTSP menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal
2.      KTSP berorientasi pada hasil belajar (leraning outcomes) dan keberagaman
3.      Penyeampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
4.      Sumber belajar bukan hanya guru tetapi sumber belajar lainnya yang memenuhi unsure edukatif
5.      Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi

Sebagaimana panduan penyusunan KTSP yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)  KTSP, memiliki empat komponen yaitu : (1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan ; (2) struktur dan muatan KTSP ; (3) Kalender pendidikan, dan ; (4) silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (dikutip dari panduan penyusunan KTSP, 2008: 148-151)
            Dalam KTSP, fungsi dan kegiatan guru adalah sebagai pengembang kurikulu, di sekolah, sejak dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan dimensi lain. Hal dikarenakan KTSP kurikulum opersional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
            Perubahan suatu kurikulum suatu hal biasa demi memperbaiki kualitas pendidikan suatu Negara. Sama halnya dengan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasioanl, salah satunya dapat dilakukan dengan evaluasi dan memperbauri kurikulum pendidikan nasional. Evaluasi perlu dilakukan secara berkala sebagai upaya penilaian relevansi kurikulum dengan anak-anak dalam konteks tempat dan waktu yang terus berubah secara dinamis. Reformasi suatu kurikulum bertujuan agar peserta didik menjadi cerdas, bermoral, berahlak, kreatif, komunikatif dan toleran dalam kehidupan beragama.
            Perubahan kurikulum KTSP 2006 Ke K 13 merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki  setelah dilakukan evaluasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak bangsa atau generasi muda. Inti dari K13 terletak pada upaya penederhanaan dan sifatny yang tematik-integratif. Seperti diungkapkan Amin Haedari (2013) bahwa K13 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi tantangan masa depan. Titik berat K13 adalah bertujuan  agar peserta didik memili kemampuan yang lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, dan mengkomunikasikan apa yang diperoleh atau diketahui setelah menerima materi pembalajaran. Di dalam K13 ini menggunakan pendekatan saintifik.
            Setidaknya ada dua pokok argumentative pokok atas perlunya perubahan kurikulum 2006 (KTSP) menjadi kurikulu, 2013, yakkni internal dan eksternal
1. Internal
1.      Konten kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat  kesukaranna melampaui tingkat perkembangan usia analk
2.      Belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional
3.      Kompetensi belum menggambarkan secara holistic domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metedologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skiil dan hard skiil belum terakomodasi di dalam kurikulum
2.  Eksternal
Arus globalisai dan perkembangan pendidikan pada tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industry dan perdagangan modern.

Analisis kondisi actual (saat ini) kurikulum 2006 dan kondisi idealnya kurikulum 2013







KONDISI SAAT INI
IDEALNYA
A.     Kompetensi Kelulusan
·         Belum mencerminkan karakter mulia
·         Keterampilan belum sesuai kebutuhan
·         Pengetahuan-pengetahuan lepas

Berkarakter mulia
Keterampilan relevan
Pengetahuan terkait
B.     Materi Pelajaran
·         Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
·         Beban belajar terlalu berat
·         Terlalu luas, kurang mendalam

Relevan dengan kebutuhan

Materi essensial
Sesuai dengan perkembangan anak
C.     Proses Pembelajaran
·         Berpusat pada guru (teacher centred)
·         Sifat pembelajaran yang berpusat pada buku teks
·          

Berpusat pada peserta didik (student centred)
Sifat pembelajaran adalah kontekstual buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian dan kompetensi yang harapkan
D.     Penilaian
·         Menekankan aspek kognitif
·         Tes menjadi cara penilaian dominan

Menekankan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara proporsional
Penilain dengan tes dan portofolio secara seimbang
E.      Pendidik dan tenaga kependidikan
·         Memenuhi kompetensi profesi saja
·         Fokus pada ukuran kinerja PTK

Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial dan personal
Motivasi mengajar
F.      Pengelolaan kurikulum
·         Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengleolaan kurikulum
·         Masih terdapat kecendrungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan perserta didik dan potensi daerah
·         Pemerintah hanya menyampaikan sampai standar isi

Pemerintah pusat dan daerah mempunai kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum dalam pelaksanaan kurikulum ditingkat satuan pendidikan.
Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik dan potensi daerah
Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman pelaksanaanya.


Anonim, Diknas (2013:13)













RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN                    :
TEMA/SUBTEMA                  :
KELAS/SEMESTER                :
MATERI POKOK                               :
ALOKASI WAKTU                :

A. KOMPETENSI INTI (KI)
1.    Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.    Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya serta cinta tanah air.
3.    Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia


B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar KI-1
            PPKN
1.1. menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.1. menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga,teman dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral pancasila
Kompetensi Dasar KI-2
Bahasa Indonsia
2.1 memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/ atau bahasa daerah
2.2 memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau daerah
SBDP
2.1 menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
PJOK
2.1. Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
Kompetensi Dasar KI-3
PPKN
4.2. Melaksanakan tata tertib dirumah dan disekolah
Indicator
 Menjalankkan peraturan pada permainan di sekolah
Bahasa Indonesia
4.4. menyampaikan teks cerita diri tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
Indicator
·         Memperkenalkan diri dengan menyebutkkan nama lengkap
·         Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panggilan
·         Menyebutkan nama temannya
PJOK
4.3 Memperaktikan pola gerak dasar manulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana atau permainan tradisional
Indicator
·         Melakukan gerakan melempar
·         Melakukan gerakan menangkap
SBDP
4.1 Menggambarkan ekspresi dengan mengolah garis,warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
Indicator
Memberi hiasan pada kartu nama

C.  Tujuan Pembelajaran
·         Setelah mengikuti permainan lempar bola, siswa dapat memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panggilan secara benar
·         Dengan melakukan permainan siswa dapat menyebutkan nama lengkap dengan benar
·         Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswa dapat menghias kartu nama dengan rapi

           D. Materi Pembelajaran
·         Cara memperkenalkan diri sendiri
·         Melakukan gerak melempar
·         Menghias kartu nama
·         Perilaku tata tertib

           E. Metode Pembelajaran
                        Permainan/simulasi, Tanya jawab dan bernyanyi
          
           F. Media, alat dan sumber belajar
·         Bola plastic atau bola dari kertas bekas yang dibuat menjadi bentuk bola
·         Karton/kardus bekas yang sudah dipotong-potong dan diberi nama masing-masing peserta didik
·         Pensil warna/spidol yang bisa digunakan untuk menghias kartu yang sudah disediakan
·         Tali/peniti/alat lain untuk memasangkan kartu nama
·         Buku siswa

G. Langkah-langkah Pembelajaran
Sesi pertama (Mengenal nama teman baru)
a. Pendahuluan/ kegiatan awal
Guru membuka pelajaran dengan menyapa siswa dan menanyakan kabar mereka serta bagaimana perasaan mereka dikelas yang baru. Guru menjelaskan apa kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini dan apa tujuan yang akan dicapai dari kegiatan tersebut dengan bahasa yang sederhana dan dipahami oleh siswa

b. Kegiatan Inti
1.      Guru memperkenalkan diri kepada siswa
2.      Guru memimnta siswa membuka buku siswa hal.1 dan membacakan teks dan nama-nama teman udin
3.      Guru menunjukkan cara berkenalan seperti yang dilakukan edo dan beni dibuku siswa hl.2
4.      Siswa diajak untuk saling berkenalan melalui sebuah permainan lempar bola dan menjelaskan aturan bermainnya yaitu siswa diminta melingkar
5.      Permainan dimulai dari guru dengan memperkenalkan diri, kemudian melempar bola pada salah satu siswa
6.      Siswa yang berhasil menangkap bola harus menyebutkan nama lengkap dan panggilan . kemudian dia melempar bola ke teman yang lain. Teman yang menangkap bola menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan
7.      Demikian seterusnya hingga seluruh sisiwa memperkenalkan diri
8.      Setelah semua memperkenalkan diri, guru mengajak siswa untuk bernyanyi sambil mengingat kembali nama-nama teman dikelas. Guru bisa menggunakan lagu yang ada dibuku siswa
 
Lirik lagu “siapa namamu”
Ciptaan A.T. Mahmud

1 2/3./3 4/ 5./
Sia pa kah na ma mu
5 4/3./3 3/1.//

9. siswa berada pada posisi lingkaran. Guru menyanyi sambil menepuk salah satu siswa, lalu siswa itu menyebutkan namanya. Lalu siswa tersebut sambil menyanyi “siapakah namamu” menepuk teman di sebelahnya dan teman tersebut menyebutkkan namanya sambil mengikuti irama lagunya dan seterusnya
10. kegiatan ditutup dengan diskusi pentingnya saling mengenal, dimulai dari mengenal nama

C. Penutup
Guru mengulas kembali kegiatan yang sudah dilakukan dan meminta peserta didik melakukan refleksi dari kegiatan yang baru saja mereka lakukan, guru mengarahkan siswa untuk menysampaikan pendapat dan perasaannya selama melakukan kegiatan.

Sesi kedua (membuat kartu nama)
a.      Pendahuluan/kegiatan awal
Guru melakukan kegiatan penyegaran untuk membuat siswa bersemangat. Guru melakukan review kegiatan pada sesi pertama menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya serta tujuan yang hendak dicapai pada kegiatan tersebut.
b.      Kegiatan inti
1.      Guru menjelaskan bahwa untuk dapat mengenal teman, kita bisa juga menggunakan kartu nama
2.      Guru menyampaikan bahwa siswa akan membuat kartu nama mereka masing-masing
3.      Guru memberikan potongan-potongan karton dengan nama masing-masing peserta didik
4.      Guru menunjukkan kartu namanya sendiri yang sudah dibuat sebelumnya sebagai contoh
5.      Siswa diminta untuk menghias atau mewarnai kartu nama merek masing-masing
6.      Siswa diminta menggunakan kartu namanya selama berada di sekolah atau menempelkan semua kartu nama dikelas
c.       Penutup
Guru meminta siswa merapikan pekerjaannya dan menanyakan apakah siswa puas dengan pekerjannya. Dengan arahan guru siswa melakukan refleksi dari kegiatan yang sudah dilakukan

H. Penilain
H.1 Teknik Penilain
                                    a. unjuk kerja kegiatan perkenalan
                                    b. unjuk kerja membuat kartu nama

            H.2 Instrumen Penilaian
No
Kriteria
Baik sekali
Baik
cukup
Perlu bimbingan
1.
Kemampuan memperkenalkan diri
Siswa mempu menyebutkan  nama panjang dan nama panggilan
Siswa mampu menyebutkan nama panjang
Siswa hanya mampu menyebutkan nama panggilan
Siswa belum mampu memperkenalkan diri
2.
Kemampuan menjalankan aturan permainan
Siswa mampu melakukan permainan sesuai dengan instruksi tanpa pengarahan ulang
Siswa mampu melakukan permainan sesuai aturan tetapi dengan satu kali arahan
Siswa mampu melakukan permainan sesusai aturan tetapi dengan lebih dari satu kali arahan ulang
Siswa belum mampu melakukan permainan sesuai dengan aturan
3.
Kemampuan melakukan gerakan melempar dan menangkap bola
Siswa mampu melempar dan menangkpa bola dengan akurat tidak pernah meleset
Siswa mampu melempar dan menangkap bola tetapi satu dua kali meleset
Siswa mampu melempar dan menangkap bola tetapi lebih dari 3 kali meleset
Siswa belum mampu melempar dan menangkap bola



Dibawah ini contoh konsep rancangan  pelaksanaa pembelajaran berbasis KTSP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
                                         Sekolah                  : SD Negri Kembang Kuncup 01
                                        Mata Pelajaran         : Matematika
                                        Kelas/Semester        : II (dua)/II (dua)
                                        Alokasi Waktu         : 2 x 35 menit

A.      Standar Kompetensi :
3.    Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka.
B.       Kompetensi Dasar :
3.2 Melakukan pembagian bilangan angka dua.
C.      Indikator :
1.         Menuliskan pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis.
2.         Menyatakan pembagian sebagai lawan perkalian.
3.         Membagi satu bilangan dengan bilangan 1.
4.         Membagi satu bilangan dengan bilangan itu sendiri.
D.      Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mendengar penjelasan dari guru, siswa dapat menuliskan pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis sesuai kaidah matematika yang benar.
2. Setelah mendengar penjelasan dari guru, siswa dapat menyatakan pembagian sebagai lawan dari perkalian.
3. Setelah mendengar penjelasan dari guru , siswa dapat menyimpulkan sifat pembagian satu bilangan dengan bilangan 1.
4. Setelah mendengar penjelasan dari guru , siswa dapat menyimpulkan sifat pembagian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri.

E. Model dan  Metode Pembelajaran
Pendekatan: Keterampilan Proses
Metode:
®     Ceramah
®     Demonstrasi
®     Kuis Kelompok

F.      Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.  Kegiatan Awal
®     Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa
®     Guru memerintahkan siswa untuk ketua kelas untuk memimpin doa
®     Setelah berdoa guru mengajak siswa untuk melalukan ice breaking terlebih dahulu
®     Setelah melakukan ice breaking guru memberitahu siswa materi apa yang akan dipelajari pada hari ini
®     Kemudian guru memberi tahu manfaat dari materi yang akan diajarkan pada hari ini
®     Dan setelah memberit tahu manfaat setelah mempelajari materi tersebut, guru melakukan motivasi kepada siswa
Motivasi:
Guru menceritakan sebuah cerita yang berisi masalah yang sesuai dengan materi yang hendak dipelajari siwa yaitu pembagian.
Cerita: “Ada seorang Ibu yang memiliki 4 orang anak. Anak Ibu tersebut menangis karena ingin makan permen. Ketika melewati sebuah toko, Ibu tersebut membeli permen dan uangnya hanya cukup untuk mendapat 8 permen. Apa yang harus dilakukan Ibu tersebut agar masing-masing anaknya mendapat permen yang sama bagiannya ?”
b.  Kegiatan Inti
®     Eksplorasi
a) Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi pembagian yang sesuai dengan kaidah matematika yang benar.
b) Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi hubungan antara pembagian sebagai lawan dari perkalian.
®     Elaborasi
a)  Siswa dibagi menjadi 3 kelompok, dan setiap nama kelompok berdasarkan nama  warna
b) Guru memberikan lembar kerja kepada siswa.
c) Lembar kerja berisi soal yang harus dipecahkan siswa dengan cara berdiskusi dengan setiap anggota kelompoknya
d)  Siswa diberi kesempatan untuk mengerjakan soal selama beberapa menit..
e)  Guru mengadakan kuis dengan 5 pertanyaan yang harus dijawab secara berebut oleh kelompok.
f)  Kelompok dengan poin terbanyak menjadi pemenang dan mendapat hadiah dari guru.
Konfirmasi
Siswa bersama guru meluruskan kesalahpahaman materi.
c. Kegiatan Akhir
Siswa diberi tugas rumah berupa lembar kerja oleh guru dan diberi tugas untuk membaca materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

G.      Sumber dan Alat Pembelajaran
BSE Senang Matematika 2: untuk SD/MI kelas 2
Oleh Amin Mustoha, Buchori, Erna Juliatun, Isti Hidayah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Alat Pembelajaran: Permen, kertas origami

H.        Penilaian
Penilaian hasil belajar dilakukan dengan melihat hasil evaluasi belajar dengan berdasarkan pada :
Teknik                         : tes tertulis
Bentuk instrumen        : uraian





SOAL :
Jawablah pertanyaan-pertanyaaan berikut ini dengan jawaban yang tepat !
1.      Sebanyak 21 butir telur dimasukkan ke dalam 3 kantong plastik sama banyak. Berapa isi telur pada setiap kantong ?
2.      Sebuah kardus dapat diisi oleh 6 buah mangga. Jika terdapat 36 buah mangga, maka dibutuhkan . . . buah kardus.
3.      Satu buah bemo memiliki 3 roda. Jika ada 27 roda, maka dapat dipasang pada . . . bemo.
4.      Siswa kelas dua ada 35 orang. Akan dibentuk kelompok belajar yang masing-masing anggotanya 5 siswa. berapa banyak siswa pada masing-masing kelompok belajar ?
5.      Ada 5 ekor burung dan 5 buah sangkar. Setiap burung akan dimasukkan ke dalam sangkar. Berapa jumlah burung yang ada pada setiap sangkar ?



Mengetahui,                                                                             Bekasi, Oktober 2016
Kepala Sekolah                                                                        Guru Matematika

                                                                                                Evani Sri Juliawati, S.Pd
NIP.                                                                                         NIP.




Nama : Evani Sri Juliawati
PRODI : PGSD
SUMBER :
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013
Nama pengarang : H.Abdullah Idi
tahun terbit : 2014
judul buku : Pengembangan Kurikulum 
tempat terbit : jakarta
penerbit : pt rajagrafindo persada




Tidak ada komentar :

Posting Komentar